Writing Project Book

Pernah gak, saat kamu sudah duduk manis depan laptop dan siap buat nulis, tiba-tiba semua ide hilang entah kemana? Padahal kayaknya sebelumnya sudah dapet beberapa ide, tapi mendadak lupa semua. Ujung-ujungnya cuma bengong menatap Word kosong.

Untuk menghindari hal ini, saya punya satu trik sederhana. Saya selalu bawa buku catatan kecil kemanapun saya pergi! Saking kecilnya, sampe muat masuk ke dompet saya yg emang rada jumbo. Jadi kalo tiba-tiba muncul ide dan saya lagi gak ngadep laptop, idenya bisa dicatat dulu biar gak lupa. Buku ini saya namakan Writing Project Book.

Sebetulnya gak cuma ide aja yang saya catat di Writing Project Book ini. Banyak hal lain yang menurut saya juga perlu dicatet. Berikut ini isi Writing Project Book saya:

1. Quote

Setiap kali saya menemukan quote yang menarik, baik dari film, buku, atau bahkan temen, saya selalu catat dulu di Writing Project Book. Kita gak akan pernah tahu kalau quote itu bisa jadi sesuatu yg bermanfaat saat nulis suatu nanti.

2. Percakapan

Kalau lagi nonton series, sering banget tuh ada percakapan-percakapan menarik antar tokohnya. Cusss langsung catet! Kalau saya pribadi, percakapan-percakapan konyol yang sebelumnya gak pernah terpikir lah yang biasanya saya catat. Ini karena novel yang saya tulis biasanya memang santai dengan bumbu kelucuan disana-sini.

3. Fun Fact

Saya suka banget baca buku fiksi yang banyak data ilmiah atau informasi berdasarkan fakta. Seru aja gitu, dapet ilmu baru dari bacaan santai. Kadang malah sampai bikin penasaran buat googling. Makanya saya selalu simpen Fun Fact seru yg saya temukan. Ini juga berguna banget kalau sedang membangun karakter/ tokoh yang pintar dan berwawasan luas.

4. Scene Cerita

Jangankan ide, scene/ adegan dalam cerita pun kadang suka datang melintas begitu aja. Misalnya saat kebetulan melihat orang berantem di coffee shop, bisa jadi kita langsung kepikiran scene yang tepat saat si tokoh di dalam cerita sedang mau putus. Saat ini terjadi, catat! Trust me, dengan sudah ada cuplikan scene/ adegan cerita, nulis satu chapter bakal terasa lebih mudah. Kayak lagi nyusun puzzle, tapi sebagian puzzlenya sudah terpasang. Pasti lebih gampang kan?

5. Pertanyaan

Saat sedang menulis sesuatu, pasti ada hal yang kita gak tahu. Catat semuanya, lalu cari tahu. Bisa dengan tanya teman atau googling. Meskipun kamu nulis fiksi, informasi yang akurat tetep penting. Pertanyaan-pertanyaan ini juga bisa jadi modal buat kamu riset supaya cerita/ karakter yang dibentuk semakin kuat.

6. Kata

Yup, kata. Saat saya membaca buku orang lain, biasanya saya menemukan puluhan atau bahkan ratusan kata yang tidak biasa saya gunakan. Padahal bisa jadi kata-kata itu sebetulnya kata-kata yang umum, hanya kebetulan saja gak pernah kepikiran oleh saya. Karena itu, setiap kali saya menemukan kata yang tidak biasa saya gunakan, biasanya saya akan langsung catat. Ingat ya, penting untuk penulis punya perbendaharaan kata yang banyak.

Itulah yang kira-kira yang tulis di Writing Project Book saya. Sebetulnya gak harus di buku, bisa juga kok di notes HP. Tapi saya memang lebih suka menulis di buku. Selain itu, saya juga menghindari pegang HP saat proses nulis. Takut-takut saat mau lihat catetan, malah nyasar ke Facebook, Path, dan teman-temannya itu.

Jadi sekarang, siapkan buku catatan kamu dan gak perlu takut lagi ide-ide yang melintas di kepala tiba-tiba menghilang begitu aja!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s