Tips Menyelesaikan Tulisan

Sering banget ada orang cerita ke saya kalau mereka pengen jadi penulis. Tapi biasanya ada satu masalah yang sering banget dialami, yaitu mereka tidak berhasil menyelesaikan tulisan mereka sampai selesai, alias berhenti di tengah jalan. Alasannya macem-macem. Ada yang tiba-tiba kehabisan ide untuk melanjutkan tulisan, ada yang mood nulis mendadak hilang, dan lain-lain. Sounds familiar?

Tapi jangan sedih, saya punya beberapa tips untuk menangkal segala masalah itu. Berikut ini hal-hal yang bisa coba kamu lakukan supaya tulisan kamu bisa selesai sampai tamat:

  1. Bikin outline

Saya selalu, selalu, dan selalu menekankan betapa pentingnya bikin outline atau kerangka cerita. Dengan adanya outline ini, kamu sudah punya gambaran cerita dari awal sampai akhir. Dengan begini, cerita kamu gak akan lari kemana-mana tanpa ujung dan pastinya ini akan menghindari kamu dari kehabisan ide di tengah jalan (lah wong jalan ceritanya sudah komplit kok!).

2. Bikin Target

Ada 2 target yang harus dipenuhi. Pertama, target kapan tulisan secara keseluruhan harus selesai atau biasa disebut deadline tulisan (misalnya 2 bulan). Kedua, target yang lebih kecil yaitu target berapa lama waktu untuk menyelesaikan satu chapter tulisan. Kalau saya pribadi biasanya bikin target 1 chapter harus beres dalam 1-2 hari, plus 1 hari lagi untuk review dan editing chapter tersebut. Jadi dalam seminggu, harus bisa menghasilkan 3 chapter. It’s ok kalau kamu merasa tulisan kamu di satu chapter tertentu belum cukup bagus, just move forward. Jangan sampai ini bikin tulisan kamu gak maju-maju. Nanti setelah tulisan secara keseluruhan kelar, kamu bisa lakukan editing lagi kok.

3. Bikin reward

Kalau dapet reward bisa bikin kamu semangat, boleh banget lho diterapkan saat proses menulis. Misalnya kalau dalam 2 bulan berhasil selesai 1 buku, kamu boleh beli jam tangan yang lagi kamu incar. Atau kalau 1 minggu penuh berhasil konsisten nulis, kamu boleh traktir diri kamu segelas kopi di starbucks plus espresso browniesnya.

4. It’s ok to have a break, but..

Kadang saat tengah-tengah nulis, kita mengalami masa-masa jenuh. Otak rasanya penat sampai-sampai gak tahu harus nulis apa. Kalau sudah mentok banget begini, gapapa kok break dulu, TAPI jangan kelamaan ya. Kamu bisa refreshing sejenak dengan nonton ke bioskop, nongkrong sama temen-temen, baca buku, dll. Sediakan waktu sehari atau dua hari supaya kamu fresh lagi, setelah itu segera balik lagi ke tulisan kamu. Jangan sampe kelamaan ya karena kalau break-nya kelamaan, biasanya jadi males lagi untuk mulai nulis.

5. Have a reading buddy

Saat kamu mulai project menulis, ada baiknya kamu cerita ke teman atau sahabat. Jadikan orang-orang terdekatmu sebagai bagian dari kesuksesan tulisanmu. Kamu bisa menjadikan mereka sebagai reading buddy atau orang yang pertama baca tulisan kamu. Dengan begini, kamu bakal dapet saran dan kritik dari mareka. Selain itu, saat kamu telat kasih chapter terbaru, bakal ada orang yang terus nagih-nagih kamu untuk segera menyelesaikan tulisanmu. Jadi makin semangat kan?

Nah, 5 poin itu yang selama ini sering saya praktekan untuk menyelesaikan buku-buku saya. Silakan dicoba ya, kali-kali ampuh buat kalian juga. Kalau punya tips and tricks tambahan, boleh lho nambahin di kolom komentar. Atau kalau ada pertanyaanpun boleh ditulis disitu yaahh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s