Oatmeal Carrot Cake

Setelah sukses bikin Oatmeal Brownies beberapa waktu lalu, saya jadi penasaran banget pengen coba bikin cake lain dengan bahan dasar oatmeal. Lalu tiba-tiba aja muncul resep Carrot Cake di Facebook saya. Wih, serasa gayung bersambut dong ya, huehehe..

Kebetulan juga, saya sudah lama pengen coba bikin carrot cake, tapi selalu aja ujung-ujungnya bikinnya cemilan-cemilan dengan bahan dasar coklat. My love for chocolate is definitely bigger than to carrot! Tapiii di resep ini, carrot cake-nya pake topping icing chocolate, jadi gak ada alasan untuk nunda-nunda lagi. Cusss bikin deh weekend ini!

Untitled

Ini resepnya:

Bahan cake:

  • 2 cup oatmeal
  • 3 wortel besar
  • 2 butir telur
  • 1,5 cup gula
  • 3/4 cup olive oil

Bahan Icing:

  • 1 cup bubuk coklat
  • 1 cup gula
  • 1 sdm baking powder
  • 1/4 cup susu cair

Cara:

Cake:

  1. Panaskan oven 180 derajat.
  2. Blender oatmeal hingga halus menyerupai tepung
  3. Potong-potong wortel lalu blender dengan telur dan olive oil selama (minimal) 5 menit
  4. Campur adonan wortel dengan oatmeal dan gula. Aduk rata.
  5. Masukkan adonan ke loyang. Panggang 45 menit.

Icing:

  1. Campur semua bahan Icing jadi satu
  2. Panaskan sambil terus diaduk sampai mendidih dan gula mencair
  3. Tuang dan ratakan di atas cake yang sudah selesai dipanggang

Well, resep aslinya gak pake oatmeal sih, tapi pake terigu. Selain itu, resep aslinya juga gak spesifik menyarankan olive oil, tapi hanya vegetable oil. Jadi ya silakan disesuaikan aja dengan yang ada di rumah ya.

Oia, untuk wortel. sebaiknya pilih wortel yang gendut-gendut dan segar ya. Kalau di carrefour biasanya tulisannya wortel import. Bukan yang kurus-kurus itu lho yah.

Soal rasa? Aduuhh enaaakk! Moist banget! Topping coklatnya juga pas banget. Gak terlalu manis, gak terlalu pahit. Kebetulan banget begitu jadi, temen-temen Ashya lagi main di rumah, jadi sekalian deh dijadikan suguhan. Dan mereka makan dengan lahap! Gak tau aja itu sayuran, wakakak..

Selamat mencoba yahh! 🙂

Advertisements

Menuliskan Emosi

Dalam menulis sebuah cerita, sering kali penulis diharuskan untuk menunjukkan emosi yang sedang dirasakan oleh si tokoh dalam cerita. Bisa emosi sedih, senang, marah, kecewa, dan sebagainya. Nah, sebetulnya ada banyak alternatif kata-kata yang bisa digunakan untik mengungkapkan emosi-emosi ini lho selain straighly bilang “si A sedih” atau “si B senang.”

Layaknya dalam kehidupannya nyata, emosi seseorang kadang bisa kita lihat tanpa mereka memberi tahu yang mereka rasanya. Emosi bisa ditunjukkan lewat ekspresi pada wajah, mata, bibir, atau bahkan gerakan jari-jari. Nah, eskpresi-ekspresi inilah yang bisa kita tuangkan dalam tulisan untuk menggambarkan emosi yang sedang dirasakan sang tokoh dalam cerita.

Kenapa sih menurut saya penting untuk penulis belajar ekspresi-ekspresi yang menggambarkan emosi? Jawabannya simpel aja, yaitu supaya tulisan gak terlalu monoton. Kebayang gak kalau tokoh dalam cerita itu sedih mulu kayah tokok utama di dalam sinetron? Masa ya mau ditulis “si A sedih” terus menerus? Mau ada berapa puluh kata “sedih” dalam cerita? Nanti pembaca pasti bosan dong.

Tapi pada postingan kali ini, saya hanya fokus ke ekspresi wajah saja ya. Saya bakal kasih alternatif ekspresi-ekspesi wajah untuk mengungkapkan emosi-emosi tertentu. Berikut ini ekspresi-ekspresi wajah yang bisa digunakan:

  • wajahnya cerah
  • wajahnya berseri-seri
  • wajahnya bersinar
  • wajahnya memerah
  • wajahnya mengeras
  • wajahnya ketakutan
  • wajahnya pucat
  • wajahnya sendu
  • wajahnya terlipat
  • wajahnya kusust
  • wajahnya lesu
  • wajahnya murung
  • wajahnya merengut
  • wajahnya datar
  • wajahnya cemberut
  • wajahnya mengernyit
  • wajahnya masam
  • wajahnya meringis

Silakan dipilih-pilih dan juga dikembangkan karena pasti masih ada banyak lagi. Mudah-mudahan di lain waktu saya bisa kasih ide ekspresi-ekspresi bagian tubuh yang lain.

Semoga bermanfaat ya buat temen-temen yang lagi belajar nulis!

Cara Tepat Membersihkan Wajah

Hampir semua perempuan pasti sudah terbiasa dengan rutinitas mencuci muka sejak umur belasan. Tapi tahu gak sih, ternyata cuci muka itu gak boleh dikerjain asal-asalan lho. Ada cara yang baik dan benar supaya hasil membersihkannya maksimal dan kulit tetap terjaga.

Saya sendiri baru tahu setelah googling sana-sini. Kirain asal kucek-kucek saja. Ternyata kucek-kucek justru big no no! Hadeuh, umur sudah mau 30 tahun, tapi baru sekarang tahu bagaimana cara cuci muka yang benar, hihi..

Jadi langkah-langkah untuk mencuci muka yang benar adalah sebagai berikut:

1. Letakkan sabun cuci muka di tangan, gosok sampai berbusa.

Digarisbawahi ya: Proses pembentukkan busa itu di tangan ya, jangan di muka! Pokoknya muka harus menerima “tekanan” sesedikit mungkin. Satu lagi, saya pribadi selalu pilih tipe sabun yang foamy atau berbusa. Kenapa? Karena waktu SMA dulu, guru kimia saya pernah bilang kalau busa itulah yang berfungsi mengangkat kotoran.

2. Oleskan busa di 5 titik wajah.

Busa yang sudah terbentuk di tangan, dioles pelan-pelan ke hidung, dahi, pipi kanan, pipi kiri, dan dagu.

3. Pijat wajah dengan kelingking dengan gerakan berputar.

Ini dia bagian yang paling penting. Inget ya, proses “pijat” ini pake kelingking karena kelingking adalah jari yang paling bisa memijat dengan lembut tanpa memberi tekanan ke muka. Pijatan di mulai dari hidung bagian bawah sambil naik terus ke area T. Lanjutkan ke dahi, pipi, lalu dagu. Semua dari bagian tengah wajah ke bagian luar dengan gerakan berputar. Fungsi pijatan ini adalah untuk membersikan muka dengan maksimal karena tidak ada bagian wajah yang terlewatkan.

4. Bilas dengan lembut

Bilas dengan lembut dan tidak dikucek-kucek. Biarkan aliran air yang membersihkan sisa sabun, jangan tangan yang menggosok wajah. Usahakan membilas dengan air dingin ya, supaya pori-pori tertutup.

5. Keringkan dengan jari

Jangan pernah membiarkan muka dalam keadaan basah karena nanti airnya akan menguap sambil membawa elemen-elemen yang melembabkan kulit. Jadi setelah dibilas, keringkan dengan jari (karena pake handuk kadang terlalu kasar). Dalam keadaan masih lembab ini, langsung deh pake toner kesukaan. Selesai!!

Memang sih proses ini memakan waktu beberapa detik lebih lama dibanding cuci muka dengan asal kucek-kucek. Tapi kalau memang mau kulitnya tetap bagus dan gak cepat kendor, gak ada salahnya kan lebih berhati-hati merawat kulit dan spend waktu beberapa detik lebih lama.

Selamat mencoba ya. Saya pribadi merasa kulit lebih bersih setelah dibersihnya dengan cara seperti ini. Setiap selesai cuci muka, bawaannya hepi deh liat kulit bersih, hehe..

Oatmeal Brownies

Selama ini saya gak pernah suka yang namanya oatmeal. Menurut saya rasanya terlalu hambar. Sampai akhirnya beberapa waktu lalu, saya iseng order overnight oatmeal dari sebuah online shop yang emang populer banget sama overnight oatmealnya. Terussss enaaaakkk dooong!

Rasanya bagai dapat pencerahan kalau oatmeal ternyata bisa diproses jadi makanan enak. Langsung dehhh, beli sekantong! Kebetulan banget, saya juga lagi mau mulai kembali ke pola hidup sehat setelah sebelumnya selama hamil apapun dimakan demi naikin berat badan (Yeah, I’m tat kinda person who has a difficulty to gain weight. Lucky, no?).

Googling sana, googling sini. Akhirnya nemu deh resep brownies coklat yang dibikin pake oatmeal. Bahannya simpel, bikinnya simple, yowessss langsung deh coba bikin weekend kemarin.

Untitled//embedr.flickr.com/assets/client-code.js

Bahan:

  • 130 gr oatmeal
  • 250 gr dark chocolate compound
  • 120 unsalted butter
  • 200 gr gula pasir
  • 20 gr cocoa powder
  • sejumput garam

Cara:

  1. Panaskan oven 180 derajat celcius.
  2. Blender oatmeal hingga halus menyerupai tepung
  3. Campurkan cocoa powder dan garam ke oatmeal yang sudah dihaluskan. Aduk. Sisihkan.
  4. Lelehkan dark chocolate compound, tambahkan unsalted butter hingga meleleh juga.
  5. Angkat coklat yang sudah meleleh dan tambahkan gula. Aduk.
  6. Perlahan masukkan “tepung” oatmeal ke adonan coklat. Aduk.
  7. Pindahkan adunan ke loyang brownies. Panggang selama 40 menit.

Gampang banget kaaan? Teksturnya memang beda sih sama pake tepung terigu, tapi rasanya gak kalah endeeeeuss! Ashya sampe minta dibawain ini buat bekel sekolah juga. Ihiy, hepi deh kalo si anak kecil suka!

Well, saya gak bisa bilang brownies ini sehat cuma karena pake oatmeal sih. Apalagi kalo diatasnya dikasih olesan Nutella (like what I did! Haha!). Kalau emang mau bikin versi sehatnya dark chocolate compound-nya bisa diganti dengan yang raw ya. Cocoa powder juga ada yang raw. Dan gula pasir bisa diganti dengan organic coconut sugar (atau apalah gula2 yang organik itu).

Oia, saya bikin oatmeal brownies ini barengan sama Ashya. Lumayan deh dia bisa bantu2 ngaduk-ngaduk, bisa mindahin adonan ke loyang-loyang kecil, dan bisa mencet tombol blender. Pokoknya semua yang bisa dia lakukan, dia mau coba. Paling yang masih belum saya bolehin cuma yang berhubungan sama kompor dan oven. Meskipun hasilnya dapur jadi kayak abis di bom, tapi yang penting dia seneng dan belajar.

Selamat mencoba ibu-ibu. Jangan lupa ajak si kicik-kicik kesayangan! 🙂